1899041510377778

Distribusi Bantuan ke Panti Yatim Manarul Muttaqin – Depok

Berawal dari ‘curhatan’ seorang teman yang menyampaikan tentang satu Panti Yatim di Bojongsari – Depok, yang perlu bantuan dan uluran tangan. Informasi ini pun ditindaklanjuti dengan pencarian informasi tambahan.

Setelah itu, YHC menyimpulkan untuk menyalurkan sebagian amanah donasi dari para dermawan untuk panti yatim tersebut. Waktu kunjungan pun sudah ditentukan sambil terus berkoordinasi dengan pihak Pondok.

Pendistribusian bantuan untuk anak - anak Yatim Manarul Muttaqin

Pendistribusian bantuan untuk anak – anak Yatim Manarul Muttaqin

Tanggal 4 Oktober 2017 bertepatan dengan kumandang adzan Ashar tim YHC tiba di lokasi. Seusai ashar berjamaah, tim berbincang sejenak dengan Ibu Nurhayati selaku pengasuh pondok. Dari perbincangan tersebut, kami mendapati betapa luarbuasanya perjuangan Ibu Nurhayati – anak-anak pondok biasa memanggilnya Umi – dan suami.

Berdiri sejak 1996 diatas tanah mereka sendiri, pondok yatim Manarul Muttaqin tidak pernah lepas dari aral rintangan. Berasal dari keluarga yang tidak kaya harta, Umi dan suami berjuang keras untuk bisa menafkahi anak – anak Yatim piatu asuhannya.

WC atau Kamar mandi yang perlu direnovasi

WC atau Kamar mandi yang perlu direnovasi

“Mereka ini sudah saya anggap anak – anak saya Pak. Kita berjuang keras supaya kebutuhan hidup mereka bisa terpenuhi.” Katanya tegas

Tidak ingin cuma mengandalkan uluran tangan yang katanya terkadang ada, kadang tiada, Ustad Zainal – suami Umi – juga merintis usaha rumahan. Dihalaman depan ada kolam ikan lele. Dibagian belakangnya ada peternakan ikan dan burung puyuh. Ada juga air mineral isi ulang.

Sampah yang berserakan dibelakang masjid memerlukan tempat pembuangan khusus

Sampah yang berserakan dibelakang masjid memerlukan tempat pembuangan khusus

“Kalaupun tidak laku dijual, paling tidak bisa untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan anak – anak di pondok.” Katanya lagi

Bukan cuma itu, cobaan dari anak – anak asuh yang sesekali berbuat nakal lalu biaya pendidikan yang setiap tahun semakin bertambah juga tak luput menghiasi perjalanan pondok hingga kini.

“Untuk saat ini, saya agak khawatir Pak. Biaya pendidikan kan semakin kesini semakin mahal. Doakan kita Pak, semoga Allah terus berikan kekuatan?” Ujarnya

 salah satu titik dimana langit-langit asrama yang tampak mulai rapuh


salah satu titik dimana langit-langit asrama yang tampak mulai rapuh

Pendistribusian bantuan sudah selesai. Riang tampak diwajah anak – anak. Perbincangan kami dengan Umi pun berlanjut kembali. Beberapa rekan memilih berkeliling pondok untuk memastikan kebutuhan – kebutuhan yang mungkin belum terpenuhi.

Dari hasil perbincangan bersama Umi dan survey langsung dilokasi, tim YHC menyimpulkan beberapa poin penting yang perlu mendapat perhatian dari kita. Diantaranya ;

  1. Kurangnya WC/Kamar mandi
  2. Perlunya renovasi bangunan terutama langit-langit yang dibanyak titik terlihat lapuk.
  3. Perlu adanya tempat pembuangan sampah. Selama ini sampah ditumpuk ditanah belakang berdekatan dengan masjid. Akibatnya bau sampah turut menyebar ke dalam masjid
  4. Bantuan biaya pendidikan seperti daftar ulang dan biaya masuk siswa baru

InsyaAllah jika ada kesempatan kita akan kembali dengan membawa titipan bantuan dari para donatur.

Sebelum berpamitan, salah satu anggota tim YHC bertanya adakah kontribusi dari mereka yang sudah lulus dari pondok? Tegas Umi menjawab kalau beliau dan suami tidak pernah meminta apapun kepada mereka yang sudah sukses. Umi hanya meminta tolong carikan anak – anak yatim dan antarkan mereka ke sini agar pondok ini terus memberikan manfaatnya.

Sekedar informasi, Anak – anak yatim yang telah lulus SMA banyak dari mereka yang ikut program beasiswa Sarjana Pendidikan Islam dari YHC. Beberapa dari mereka bahkan sudah lulus menjadi Sarjana dan mengajar di sekolah Islam atau bekerja di lembaga Islam. Alhamdulillah kami bisa sinergi dengan Manarul Muttaqin, apalagi anak – anak disana merupakan anak – anak yang pada dasarnya tidak mampu.